UGD Suatu Sore…

Sausan
She…

“Ayo, Ibu berdoa. Biar panas cepat turun,” katanya memohon. Mau tidak mau, saya semakin trenyuh. Bahkan tanpa kamu minta, doaku selalu hadir di setiap tawa dan tangismu.

“Ibu sudah berdoa belum? Kenapa tidak sembuh-sembuh?,” katanya sambil menunggu dokter datang. Bukan begitu cara kerja doa. Minggu pagi, ia mulai rewel. Tidak biasanya. Sampai kemudian, panasnya meningkat dengan cepat. Beberapa acara Minggu itu terpaksa dibatalkan.

Tanpa pilek, tanpa batuk, panasnya seperti memegang air panas. Ia yang tidur di pelukan saya menjadikan saya berkeringat. Tanpa termometer (karena sedang rusak), kami sudah bisa menduga panasnya bisa mencapai 39 derajad celcius. Kami tidak panik. Kejadian ini sudah sangat biasa. Setahun yang lalu, Sausan didiagnosa mengalami pembengkakan kelenjar tiroid (amandel). Belum bisa operasi, nunggu hingga ia kelas 3 SMP.

Begitulah, bila ia salah makan, pasti akan mengalami panas luar biasa. Makanan larangannya: jajanan dengan pengawet, pemanis buatan, minuman yang terlalu dingin. Di rumah, bisa dikontrol. Tapi di sekolah, makanan yang demikian selalu menggiurkan. Walau ia tak mengaku, gampang saja menebak, ia pasti jajan salah satu makanan di atas.

Setelah paracetamol tidak mempan, kami bawa ke RS. Karena Hari Minggu, masuklah ke UGD. Awalnya hanya Sausan satu-satunya pasien. Saat diperiksa, benar saja, suhu badan mencapai 39,5 derajad celcius. Walau sudah biasa, tetap saja trenyuh liat dia yang biasanya ceria, jadi layu.

Pak Dokter jaga masih muda. Ramah dan lucu. Saat ia masuk, memeriksa Sausan, dan mereka mengobrol akrab sekali. Lalu dokter memberi obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus. Sambil menunggu perubahan, dokter itu kedatangan pasien lain. Cepat sekali, UGD menjadi penuh. Ada yang sudah demam seminggu baru dibawa ke RS, ada pula yang diare sudah lama dan baru dibawa.

Dokter ini cekatan, tapi juga lucu. Saya lirik sepatunya, sepatu trekking. Unik juga dokter ini.  Saat menangani pasien, dia menerima blanko panjang yang harus ia isi. Komentarnya: Buset, panjang amat isiannya. Pasien keburu mati kalo kayak gini. Udah Suster, rawat inap saja!
“Tapi belum mengurus administrasi bla bla..”
“Administrasi apaan? Kalau ia keburu sampai akherat, apa administrasi juga harus tetap diisi?”
Suster itu menurut.
Suster lain teriak dari seberang tempat tidur. “Dokter, 40 derajad celcius!”
“Buset,” teriak dokter itu sambil tepok jidat. Ia gundul, kepalanya tanpa rambut. “Sudahlah, rawat inap. Pindah ke ruang rawat inap!”
“Tapi dokter…”
“Administrasi lagi? Sudah biar saya yang tanggung jawab. Catat detail identitas dan gejala pasien, itu yang penting,” katanya.
Tidak berapa lama, ada pasien lagi datang. Seorang nenek tua, kondisinya lemas dan memucat. Sementara tempat tidur di UGD penuh. Dokter itu mendekati Sausan. Meraba lehernya, sudah tidak sepanas tadi. Sambil menyisipkan termometer, dokter itu meminta saya untuk menggendong Sausan ke luar.
“Maaf ya Bu, adik di luar saja. Ini ada pasien lagi,” katanya. Di luar ada sofa, cukup nyaman. Begitulah, entah apa yang terjadi di ER (Emergency Room) itu, kami menunggu di luar bergabung dengan ayahnya.

Tidak berapa lama, termometer di ketiak Sausan berbunyi. Eh, dia langsung melompat dari pangkuan saya, lalu mengacungkan termometer itu menuju ke dokter yang sedang sibuk itu. Saya ikuti dari belakang, ia sudah masuk dan menarik jas dokter.

“Dokter…dokter…38,1 !” teriak Sausan. Si dokternya melihat ke Sausan, lalu tertawa sambil memegang kepala si bocah itu.
“Hah, ini pasien kenapa lari-lari sendiri! Tos dulu kalo gitu,” kata dokter itu. Kemudian dokter itu duduk di meja, menulis resep, dan Sausan duduk di depannya, bercerita! Entah apa yang diceritakan, saat saya mengurus resep, si dokter itu bisa tertawa-tawa.
“Kapan-kapan ajak main ke sini putrinya, Bu,” kata dokter itu. UGD? Enggaklah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s