Sepetak Langitmu

Lanskap salah satu sudut di Kab. Agam, Sumbar
Lanskap salah satu sudut di Kab. Agam, Sumbar

Terima kasih, kautelah mengirimkan sepetak langit untukku
Langit kosong, tanpa lambaian nyiur atau matahari yang nyaris tenggelam
Seperti sepotong langit yang dikirimkan para kekasih
Ah, tapi aku sadar, aku bukan kekasihmu
Jadi memang sepetak langit kosong
Dengan segumpal awan yang nyaris pudar tapi tak jadi pudar
Agar aku bisa melukisinya sendiri
Dengan awan yang lebih cerah
Dengan hujan yang mengakhiri pertanyaan
Atau…dengan nyiur yang tak pernah melambai

Langitmu langit kosong yang tanpa janji
Tapi aku tahu, kamu akan melakukan sesuatu
Menuliskan namaku di setiap langkahmu
Walau dengan tulisan samar yang sekali hilang
Lalu kautuliskan lagi
Di langkah berikutnya
Tanpa harus aku tahu

Suatu kali,
Aku pernah menemukan jejakmu
Di tepi langit yang nyaris berakhir
Ada rupa cerita kita yang enggan terhapus
Kutanyakan, apakah kamu sengaja menyimpannya?
Kamu tidak menjawab
Hanya menebalkannya menjadi kenyataan
Bahwa perjamuan selalu ada akhir
Bahkan tanpa ucapan selamat jalan
Atau sampai ketemu lagi

Langit kosong, langit tanpa janji
Menepilah, seperti Semar menghembuskan nasehat
Hanya keyakinan yang menjadikan nyata
Bahwa suatu kali, kebijaksanaan itu hadir
Begitu dekat
Dengan tertawa
Blegeg guweg ugegugeg sak dulito hemel-hemel… eeeeeeee…..

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s