BALIHO

Image

Malam sudah terlalu tua untuk mengambil gambar
Paling tidak itu menurut teori warna kamera
Tapi kali ini bukan untuk mengabadikan rona wajahmu
Yang dulu merajai jalan ini
Saat senyummu sebesar langit kotaku
Janjimu tersebar sepanjang koridor jalan itu
‘Kuberjanji menggenggam erat tanganmu, seperti engkau telah memilihku’

Malam ini,
Aku hanya ingin mengenang
Tentang sebuah jalan yang pernah kita lalui
Jalan yang mengenalkanku pada bait janjimu
Kemudian aku suka mengoleksi keping – keping langkahmu
Walau tak pernah menyertai
Selagi aku terpesona pada cahaya yang menyertai
Dan engkau terlalu silau dengan cahaya itu
Hingga lupa bagaimana cara menatapku
Dan cara menggenggam tanganku

Seperti itulah engkau kini
Yang ingin kulupakan
Tapi selalu hadir seperti bayangan yang menjengkelkan
Yang tak mungkin kuingkari

Sesekali masih mengingatmu
Dan jalan ini
Berharap juga ada kehadiranmu
Walau seukuran debu
Tapi aku lupa
Tadi sore hujan deras
Teramat deras
Seperti langit telah bekerja keras
Memeras seluruh mendung yang terkandung
Hingga tapakmu
Tak bisa kutemukan
Bahkan aroma pun tak ada yang tertinggal
Saya tidak sedih
Tidak juga senang
Cukup memandangi sisa hujan
Air hujan*
Air hidup*
Akan tumbuh tapak baru
Di atas jalan yang sama
Tanpa ingatan
Kira – kira begitu
Iya kan ?

Jembatan Tosari, Penghujan Silam

* Syair Lingkaran Hening – Iwan Fals

Catatan: Puisi ini pernah dimuat di Buku Antologi Puisi Menolak Korupsi (PMK) 2013

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s