Mahameru, Gie, dan Sebait Sajak Cinta

Gara-gara Adi, adik tingkat saya di Mapala, mengajak untuk membuat buku soal perjalanan PMPA Kompos, saya jadi mengingat banyak kisah. Ini salah satunya. Semoga saya bisa cukup jujur di sini. Awal September 2000 Beberapa kawan saya sudah lulus, sementara saya malah baru saja diangkat menjadi salah satu ketua bidang di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sebenarnya saya sudah malas pada saat itu. Tapi si ketua ini, … Continue reading Mahameru, Gie, dan Sebait Sajak Cinta

Mei dan Mengenang Kawan Yang Mendahului

Kali ini saya bukan bercerita soal Mei 1998, tapi 9 Mei 2012. Bukan sekadar melankoli, tapi hanya mengingat tentang sebuah profesi yang dicintai. **** Jl. Panjang, 15 Mei 2012 Hampir seminggu ini perasaan saya tidak menentu, terkait dengan musibah pesawat itu. Saya memang bukan keluarganya, hanya seorang kawan yang kebetulan segedung. Sesekali menyapa di lift sekadar menanyakan : deadline ? Pulangnya ke arah mana ? … Continue reading Mei dan Mengenang Kawan Yang Mendahului

Menonton Tobong: Saat Penonton Bisa Mengubah Lakon

Menonton kethoprak tobong pentas ! Sudah menjadi impian saya sejak saya menuliskannya untuk Majalah Intisari tahun 2010 silam. Hanya saja, jadwal panggung dan keberadaan saya di Jogja tidak pernah cocok. Baru awal November silam, keduanya bisa berjodoh. Saya bisa nonton pentas tersebut. Jam 9 malam saya baru sampai hotel yg terletak di dekat Malioboro. Kegiatan hari itu sungguh menyita tenaga, apalagi malam sebelumnya saya begadang … Continue reading Menonton Tobong: Saat Penonton Bisa Mengubah Lakon