Anak-Anak Hujan

Anak – anak hujan itu berlarian adu cepat, berloncatan di antara pucuk pohon sebelum mereka luruh menghantam bumi. Usia mereka hanya beberapa detik bagi waktu manusia. Hanya saja, sesaat adalah abadi * bagi anak-anak hujan yang terlahir dari rahim mendung lantas melintasi separuh angkasa. Menyapa semua rasa yang masih bisa merasa, membisikkan kasih sayang purba bagi hati yang masih bisa merindu. Rindukah dirimu ? “Aku … Continue reading Anak-Anak Hujan

Semesta “Liar” Jeihan

Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depan. Kita tidak punya penglihatan soal itu. Itulah kenapa lukisan Jeihan bermata bolong. Pun, saat kita tidak tahu apa yang tumbuh kemudian jika taman kita biarkan mengurus dirinya. Liar yang menawarkan ketidakterdugaan. Jeihan Sukmantoro, pelukis di Bandung, yang terkenal dengan lukisan wajah dengan mata bolong, punya pendapat lain tentang taman. Menurutnya, taman itu sebaiknya dibiarkan tumbuh liar. Semakin … Continue reading Semesta “Liar” Jeihan

Orchids Spark Debate (National Geographic Indonesia, September 2007)

By Titik Kartitiani   |   Photographs by Jerry Aurum Paphiopedilum gigantifolium Take a look at the beauty of a ladyslipper orchid arrangement, two crowns stretching to the left and to the right of the dorsal sepal that stands upright and a strange flower lip, like the ladyslipper of Goddess Venus. The exotic flower is supported by a hairy stalk that stands upright at the height of … Continue reading Orchids Spark Debate (National Geographic Indonesia, September 2007)

Sadawaning Rel Malang – Jakarta (kababar ing Jayabaya, Februari 2005)

dening: Titik Kartitiani Satria ! Sapa se sing ga kenal dheweke. Ing kalangan aktivis, politikus apa maneh wartawan, kabeh mesthi kenal. Penampilane prasaja, nanging supel. Kahanan dadi sumringah yen ketekan dheweke. Ana ae sing diomongke lan kabeh mesthi isa gawe guyu. Mulane, yen lagi liputan nang lembaga pemerintah utawa DPRD, sing kerep kudu nunggu nganti wektu sing ga isa ditentokake, Satria mesthi diarep – arep. … Continue reading Sadawaning Rel Malang – Jakarta (kababar ing Jayabaya, Februari 2005)

Sayap – Sayap Senyap (dimuat di Pikiran Rakyat, 6 Januari 2013)

Oleh : Titik Kartitiani Angin Jakarta menggoyang daun jambu di depan rumah sederhana, salah satu petak di antara jutaan petak yang berebut ruang. Saya melihat siluet lelaki itu, matanya menerawang melintasi teralis jendela, melewati waktu. Saya mengenalnya. Sangat. Terutama sepasang matanya yang tak pernah menua, tak tunduk pada rupa rambut yang sudah bertaburan benang sari bunga jambu. Mata yang bulat, hitamnya pekat, putihnya bening, kedipnya … Continue reading Sayap – Sayap Senyap (dimuat di Pikiran Rakyat, 6 Januari 2013)