Menapak Jejak Wallace di Gunung Gede

Di ketinggian 2.958 mdpl, ketika lutut gemetar dan engkel ngilu, saya memotret sarang angin itu  dan berbahagia menemukannya. Wallace berambisi bertemu dengan bunga pujaannya, Primula imperialis, bunga langka dan indah yang tidak ditemukan di bagian dunia lain kecuali di pucuk gunung Pangrango, tulis Wallace.

surken
Lembah Surya Kencana dengan hamparan edelweis, seorang pendaki, sebut namanya F. Rahardi, sedang memotretnya. Foto: Titik Kartitiani

Saya berbaring di antara semak edelweis itu, mengingat catatan yang usianya sudah lebih dari satu setengah abad, catatan Alfred Russel Wallace, naturalis yang turut melahirkan Teori Evolusi bersama Charles Darwin.

Catatan di selembar surat untuk adik perempuannya, Frances Sims. The lower parts of the mountains of Java, from 3000 to 6000 ft have the most beautiful tropical vegetation I have ever seen, tulis Wallace pada 10 Oktober 1861. Surat-surat naturalis ini diterbitkan dalam satu buku berjudul Letters from the Malay Archipelago pada tahun 2013.

Surya Kencana, demikian lembah yang ditutupi dengan edelweiss jawa (Anaphalis javanica) itu terasa lengang. Kabut mulai turun, hanya saya enggan beranjak. Angin yang berbisik membawa aroma jutaan serbuk sari itu membiarkan saya menghirupnya dalam-dalam. Aroma yang tak terurai anatominya kecuali menyatu dalam satu senyawa, aroma alam. Surya Kencana adalah satu-satunya lembah terluas, tempat edelweiss ditanam alam dengan demikian subur di ketinggian 2750 mdpl.

Pendakian ke Gede ini sudah kali kedua saya lakukan, kali ini memang tujuannya untuk memotret tanaman. Menyusuri jejak Wallace untuk melihat ratusan paku, jamur, pohon, dan ragam semak berbunga yang tersebar dari lantai hutan hingga kanopi hutan. Menjelang Puncak Gede menyajikan tanaman parasit Balanophora elongata yang rupanya luput dari catatan Wallace karena ia sibuk mengagumi puncak semi aktif yang terus berisik dengan asap belerang di ketinggian 2.958 mdpl. Saya memotretnya dan berbahagia menemukannya. Wallace berambisi menemukan menemukan Primula imperialis, bunga langka dan indah yang tidak ditemukan di bagian dunia lain kecuali di pucuk gunung Pangrango, tulis Wallace.

dendroboum-haseltii
Dendrobium haseltii di salah satu trek Gunung Gede.  Foto: Titik Kartitiani

Perjalanan yang mestinya bisa kami tempuh sehari semalam kami lewatkan menjadi dua hari dua malam. Kami masuk melalui Cibodas, menginap di Kandang Badak, dan turun melalui Gunung Putri. Nah, karena berlama-lama di Surya Kencana, kami turun malam hari di jalur terjal Gunung Putri. Cukup sulit meski tak menjadi persoalan besar ketika kami melangkah karena perhatian kami pada anggrek dan ragam Melastoma yang tumbuh di sepanjang jalur pendakian. Bagi kami yang suka tanaman, kebahagiaan menemukan mereka di habitat aslinya mampu mengusir ngilu engkel dan gemetar lutut kami.

Demikianlah, Gede Pangrango adalah buku botani yang rasanya takkan selesai dibaca, dari Junghun hingga Wallace. Gede adalah buku catatan tumbuhan yang begitu tebal dan lengkap. Di sini pula, Wallace membuktikan satu hal pada Darwin bahwa Bab Dua The Origine of Species terjawab oleh Gede.

Tanaman Sub Alpine yang tumbuh di gunung ini sama genusnya (meski bukan spesies) dengan tanaman yang ada di belahan utara khatulistiwa. Teori awalnya untuk menjelasakan penjelasan penyebaran tanaman ini bahwa bijinya dibawa oleh gletser yang mencair.

Tapi Gede membuktikan bahwa survival of the fittest lah yang paling cocok untuk menjelaskan. Tumbuhan bertahan di kondisi ekstrem dengan cara mengubah dirinya sehingga melahirkan keragaman spesies dalam satu marga. Gede menyumbangkan pemikiran kelas dunia melalui jejak Wallace.

Note: artikel ini sedang diikutkan lomba Wonderful Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s