Pejalan

Kapan berhenti? Mungkin suatu hari, ketika ada alasan yang memanggil singgah kembali di meja yang pernah disinggahi. Alasan itu ketika saya merasa tak harus ke mana-mana sekaligus ada di mana-mana. Dan kenyataannya, hal yang selama ini saya kira kata “pulang” itu hanyalah persinggahan. Ya, hanya persinggahan. Harusnya saya tidur awal malam ini. Hanya tiba-tiba sebuah pertanyaan itu terngiang. Sebuah pertanyaan biasa ketika saya sharing tentang … Continue reading Pejalan

Suatu Ketika tentang Kabut

Kita hanya duduk saja, dalam kesunyian musim Menunggu kabut yang menuai janji Ia datang mengendap tanpa derap Menyusup di celah bukit, Tubuh cemara yang menggigil oleh ketidaktahuan Bukankah ia kabut yang akrab? Ada apa di balik tubuh kabut? Kamu bertanya Kujawab, ada cahaya yang menautkan kita Bukankah setiap sel diciptakan untuk menjadi pemburu cahaya? Beradu langkah untuk mendapatkan yang paling terang Tapi tahukah, Sayang? Perburuan … Continue reading Suatu Ketika tentang Kabut