Ridwan Kamil: I would like to pass on Public Transportation (National Geographic Indonesia, September 2014)

The way it’s like blood flow. If the blood flow smoothly the blood circulation was smooth. The challenge is not easy for Ridwan Kamil. While visiting the office Urbane in Dago, Bandung, we were greeted with a sketch yellow walls of the city. It’s become a favorite side wall Ridwan Kamil, founder of Urbane, for the photocall. A space which has been the outpouring of ideas … Continue reading Ridwan Kamil: I would like to pass on Public Transportation (National Geographic Indonesia, September 2014)

Semesta “Liar” Jeihan

Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depan. Kita tidak punya penglihatan soal itu. Itulah kenapa lukisan Jeihan bermata bolong. Pun, saat kita tidak tahu apa yang tumbuh kemudian jika taman kita biarkan mengurus dirinya. Liar yang menawarkan ketidakterdugaan. Jeihan Sukmantoro, pelukis di Bandung, yang terkenal dengan lukisan wajah dengan mata bolong, punya pendapat lain tentang taman. Menurutnya, taman itu sebaiknya dibiarkan tumbuh liar. Semakin … Continue reading Semesta “Liar” Jeihan

Sebuah Kebun, Sebuah Kenangan

Bukan sekadar sekumpulan tanaman berbunga, batang pohon dan persawahan. Tapi setiap kuntum yang mekar, setiap petak sawah adalah catatan untuk berbagi. Ini untuk kali ke-3 saya berkunjung ke Sekar Gemati, sebuah kebun yang terletak di Desa Manglid, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Setiap kali berkunjung, rasanya waktu tak pernah cukup untuk menikmatinya dan baterai kamera selalu habis untuk merekam penghuninya. Lanskap, pertanian organik, ragam bunga yang … Continue reading Sebuah Kebun, Sebuah Kenangan

Kanvas Hijau yang Dilukis Waktu

Jikalau ingin membuat meja, kita membutuhkan kayu. Untuk mendapatkan kayu, kita butuh pohon. Untuk menumbuhkan pohon, kita butuh tanah. Sedangkan untuk membuat tanah, kita butuh Dia. Syair di atas berasal dari seni grafis karya Sunaryo yang terinspirasi dari nyanyian seorang anak kecil di Italia. Nada dengan bahasa asing yang awalnya tak dipahami, lantas dilahirkan kembali oleh Sunaryo menjadi tulisan. Puluhan tahun kemudian, Pak Naryo, demikian … Continue reading Kanvas Hijau yang Dilukis Waktu