SGA, Buku, dan Jatuh Cinta

Mata saya berkaca-kaca adalah ketika Mas Seno dan Pak Dakhidae bercerita betapa dekat mereka dengan buku sejak kecil, khususnya buku sastra. Sementara imajinasi saya dipenuhi oleh Majalah Trubus angganan dari kantor bapak. Saya melahap bagaimana budidaya rosella, knaf, dan jute sejak belia alih-alih cerita Old Shatterhand. Realistis, hijau, dan sangat agraris. “Kita kok seperti ronin ya. Menulis sendiri, menerbitkan sendiri, dan saya gigih menawarkan inbox,” … Continue reading SGA, Buku, dan Jatuh Cinta

Nusa Kambangan: Keindahan Pulau yang Terbuang (National Geographic Traveler Maret 2016)

Pantai Permisan, Nusakambangan. Kira-kira 100m dari pantai ini, terdapat Lapas Permisan, tempat para narapidana terpidana mati. Nusa Kambangan sohor sebagai pulau yang menyeramkan. Tempat pembuangan para bandit Zaman Mataram hingga koruptor Zaman Edan. Ada apa di balik keseramannya? Di masjid, ketika nasib tak lagi bisa diperjuangkan, Dia adalah harapan terakhir untuk mengadu dan pulang. Bagi narapidana yang dinilai berperilaku bagus, boleh keluar untuk sholat Jumat. … Continue reading Nusa Kambangan: Keindahan Pulau yang Terbuang (National Geographic Traveler Maret 2016)

Membaca Catatan Batu Bata di Trowulan

Semua candi berbahan batu bata yang tak lapuk oleh zaman. Arsitektur berbentuk persegi, dengan permainan garis dari susunan batu bata ini tak seperti candi yang terkenal dengan reliefnya. Meski demikian, kita bisa membacanya sebagai kisah masa Majapahit berjaya. Teks: Prasto Wardoyo/Foto: Titik Kartitiani Situs Trowulan, demikian peninggalan kejayaan Majapahit ini disebut. Situs perkotaan masa klasik di Indonesia yang luasnya 11kmx9km di Kecamatan Trowulan dan Sooko, … Continue reading Membaca Catatan Batu Bata di Trowulan

Tamasya Duka di Lumpur Lapindo

Lumpur Lapindo adalah panggung berita dan kepentingan. Adalah kisah bagaimana profesi jurnalis takluk pada pemilik modal. Sialnya, pemilik modal adalah pihak yang mestinya bertanggung jawab pada tragedi penguburan 13 desa ini. Dia “tega” mencalonkan jadi presiden! Padang gersang yang lupa bagaimana hidup pernah melahirkannya Aku hanya mengenal satu frasa dengan makna tak terhingga :air mata. Satu screen foto masuk ke HP saya suatu sore yang … Continue reading Tamasya Duka di Lumpur Lapindo

Hikayat Pohon Ganja : PISAU BERMATA DUA TANAMAN GANJA

Kampanye gencar anti penyalahgunaan narkoba yang dideklarasikan pemerintah, semenjak tahun 1970-an agaknya sukses untuk menjadikan ganja (Cannabis sativa) sebagai barang yang harus dihindari bahkan ditakuti. Ketika mendengar kata “ganja”, yang terbayang dalam benak kita ada bahan terlarang yang secepatnya dihindari jika tidak ingin berurusan dengan polisi, atau jika tidak ingin terjebak dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba. Larangan ini bermula ketika tahun 1954 , komite ahli WHO … Continue reading Hikayat Pohon Ganja : PISAU BERMATA DUA TANAMAN GANJA

Orchids Spark Debate (National Geographic Indonesia, September 2007)

By Titik Kartitiani   |   Photographs by Jerry Aurum Paphiopedilum gigantifolium Take a look at the beauty of a ladyslipper orchid arrangement, two crowns stretching to the left and to the right of the dorsal sepal that stands upright and a strange flower lip, like the ladyslipper of Goddess Venus. The exotic flower is supported by a hairy stalk that stands upright at the height of … Continue reading Orchids Spark Debate (National Geographic Indonesia, September 2007)

Mei dan Mengenang Kawan Yang Mendahului

Kali ini saya bukan bercerita soal Mei 1998, tapi 9 Mei 2012. Bukan sekadar melankoli, tapi hanya mengingat tentang sebuah profesi yang dicintai. **** Jl. Panjang, 15 Mei 2012 Hampir seminggu ini perasaan saya tidak menentu, terkait dengan musibah pesawat itu. Saya memang bukan keluarganya, hanya seorang kawan yang kebetulan segedung. Sesekali menyapa di lift sekadar menanyakan : deadline ? Pulangnya ke arah mana ? … Continue reading Mei dan Mengenang Kawan Yang Mendahului

Sepetak Langitmu

Terima kasih, kautelah mengirimkan sepetak langit untukku Langit kosong, tanpa lambaian nyiur atau matahari yang nyaris tenggelam Seperti sepotong langit yang dikirimkan para kekasih Ah, tapi aku sadar, aku bukan kekasihmu Jadi memang sepetak langit kosong Dengan segumpal awan yang nyaris pudar tapi tak jadi pudar Agar aku bisa melukisinya sendiri Dengan awan yang lebih cerah Dengan hujan yang mengakhiri pertanyaan Atau…dengan nyiur yang tak … Continue reading Sepetak Langitmu