Requiem Ingatan, Sinar Harapan, Maret 2011

Harum bunga melati menyelimuti beranda itu. Senyap. Sekali lagi, lelaki itu menatap wajah lelap di depannya. Wajah perempuannya yang ditemuinya ketika bangun pagi. Mungkin sudah lebih dari 30 atau 40 perjalanan matahari. Dia tidak ingat persis. Dia tidak memerhatikan detail, sebagaimana perempuan itu mampu mengingat berapa helaian rambut yang jatuh di dahi lelakinya. Setiap harinya. Setiap paginya. Mengiringi suara lesung beradu alu. Thuk… thuk…thuk…thuk… Menghentak … Continue reading Requiem Ingatan, Sinar Harapan, Maret 2011

Nusa Kambangan: Keindahan Pulau yang Terbuang (National Geographic Traveler Maret 2016)

Pantai Permisan, Nusakambangan. Kira-kira 100m dari pantai ini, terdapat Lapas Permisan, tempat para narapidana terpidana mati. Nusa Kambangan sohor sebagai pulau yang menyeramkan. Tempat pembuangan para bandit Zaman Mataram hingga koruptor Zaman Edan. Ada apa di balik keseramannya? Di masjid, ketika nasib tak lagi bisa diperjuangkan, Dia adalah harapan terakhir untuk mengadu dan pulang. Bagi narapidana yang dinilai berperilaku bagus, boleh keluar untuk sholat Jumat. … Continue reading Nusa Kambangan: Keindahan Pulau yang Terbuang (National Geographic Traveler Maret 2016)

Buku Tentang Daun

Daun itu seperti ibu, karena dia memasak (fotosintesa) untuk pohon. Daun juga seperti hari-hari yang kita jalani, lembar yang kita tuliskan dan pada saatnya gugur, pada saat kita melepaskan. Judul                                    : The Secret of Performing Leaves, IPBI Penerbit                              : PT. Artha Kreasi Aksara (ARKEA) Penulis                                : Titik Kartitiani, Clara Rondonuwu Editor                                  : Vini Mayane Rosya Translator dan verifikator botani: Agung Sedayu, … Continue reading Buku Tentang Daun

Bapang Itu, dan Saya Jatuh Cinta Padanya

Bapang itu revolusioner. Ia mewakili watak ugal-ugalan, pemberontak, pemberani, dan pembuat masalah.  Ia semacam bad boy, meski mengesalkan tapi dirindukan. Seorang trouble maker bila dia gagah dan pemberani, bukankah layak dijatuhi cinta? Dari keberanian dan pemberontakan, dari sanalah perubahan berasal. Purnama meninggalkan wajah bulan 3 hari lalu, tapi ia masih terang menggantung di langit timur. Ia belum lama menampakkan diri ketika di ruang ganti Padepokan Asmoro Bangun, … Continue reading Bapang Itu, dan Saya Jatuh Cinta Padanya

Maestro Pribumi Kang Abadi (JAYA BAYA, Juni 2012)

Sasuwene iki,  pameran lukisan ing Indonesia, durung tau ana sing arep mlebu wae nganggon antri luwih saka 10 meter sakliyane pameran lukisane Raden Saleh.   Surya wis gumlewang mangulon nalika JB teka ana ing Galeri Nasional, Jakarta tanggal 17 Juni 2012. Dina kuwi dina pungkasan pameran lukisane Raden Saleh kang wis diwiti saka tanggal 5 Juni. Ora  ngira sadurunge menawa sing teka akeh banget, nganti ngantri. … Continue reading Maestro Pribumi Kang Abadi (JAYA BAYA, Juni 2012)

Menghampiri Banggai (National Geographic Traveler, Mei 2016)

Di haluan KLM Lady Denok, Mikael Seda, juru mesin, menggenggam handy talkie (HT). Matanya berusaha fokus ke bawah lambung kapal, menembus laut yang berubah jadi hitam oleh malam. Tubuh si Lady bergetar, diikuti pecah laut di ujung haluan. “Yak… si Bongkok (panggilan mesra para ABK untuk jangkar)  sudah mulai terlihat, ganti,” katanya seiring pinisi yang mulai beringsut meninggalkan Teluk Lalong dan hamparan cahaya kota Luwuk, … Continue reading Menghampiri Banggai (National Geographic Traveler, Mei 2016)

Christophe Dorigne Thomson

Saya memanggilnya “Christ“, walau sebetulnya lebih mudah bila saya menulis “Kris”. Tapi menulis dengan huruf lengkap itu unik juga rasanya. Saya kenal dari tulisannya di Kompasiana, tentang bule yang dirental. Tulisan yang membuat saya mengerutkan kening, lalu tertawa. Lalu saya membaca hampir semua tulisannya di blognya. Tulisan satir tentang hubungan “bule” dan orang Indonesia. Menjadi menarik, karena yang menulis si bule itu sendiri. Lalu diskusi berlanjut … Continue reading Christophe Dorigne Thomson

Tihi Tihi, Sebuah Kampung yang Mengapung dalam Ruang Imaji

Ada satu spot dengan kode Peta Kerja 7 di data Pulau-Pulau Gezeeter. Tertera : Tihitihi Island. Berkali-kali kami berniat mencoret nama ini. Karena mesti ditempuh 12 jam perjalanan darat dari pulau terakhir yang kami kunjungi . Selain itu, pulau ini begitu samar di peta. Bila dibandingkan dengan daratan Kalimantan, seperti Pluto yang dibandingkan dengan matahari. Hanya saja, karena samar, karena tak jelas ini membuat kami … Continue reading Tihi Tihi, Sebuah Kampung yang Mengapung dalam Ruang Imaji

Ridwan Kamil: I would like to pass on Public Transportation (National Geographic Indonesia, September 2014)

The way it’s like blood flow. If the blood flow smoothly the blood circulation was smooth. The challenge is not easy for Ridwan Kamil. While visiting the office Urbane in Dago, Bandung, we were greeted with a sketch yellow walls of the city. It’s become a favorite side wall Ridwan Kamil, founder of Urbane, for the photocall. A space which has been the outpouring of ideas … Continue reading Ridwan Kamil: I would like to pass on Public Transportation (National Geographic Indonesia, September 2014)