Kavling Langit (2): Tanah Yang Melahirkan Para Penjelajah

Kamu pernah bercerita tentang tanahmu, Tanah Biru. Tanah yang bersetubuh dengan laut, sifatnya “nyaru” seperti sifat keperkasaan laut. Keperkasaan tanahmu yang begitu memikat, menarik orang-orang-orang bermata biru untuk bertandang. ‘Saya tidak tahu cara menggambarkan dengan pasti. Kamu akan tahu saat berkunjung’. Tanah yang kebiruan. Biru lazuardi. Pernah kautunjukkan sebuah peta di layar smartphone-mu, sebuah tanjung yang mengapung di kebiruan laut. Dilelapkan oleh kemasyuran para pembuat … Continue reading Kavling Langit (2): Tanah Yang Melahirkan Para Penjelajah

Kavling Langit (1)

Aku bukan orang laut dan tak begitu suka dengan laut. Tapi kali ini, aku menemukan laut yang bercerita, laut yang beraroma hasrat. Laut yang kemudian menelan kisahmu. Benarkah laut yang melahirkanmu bisa setega itu untuk melenyapkanmu?Aku dan orang-orang yang menyayangimu mencari jawab.  Aku, yang bukan orang laut, kemudian menjelajah laut tanpa bisa membaca peta gelombang. Demi menemukanmu. Paling tidak, mencari kejelasan tentang dirimu. Mungkin aku … Continue reading Kavling Langit (1)

Lekuk Indah Kuningan (Traveloungue, Maret 2016)

Logam itu dilelehkan pada suhu di atas 1000 derajat Celsius, sebelum menjadi cair, dituang memenuhi cetakan. Kemudian lahir patung-patung keemasan dari keterampilan tangan-tangan perajin kuningan. Teks: Prasto Wardoyo/ Foto: Titik Kartitiani Kilau tubuh Ganesha itu belum sempurna ketika seorang perajin menatahnya, merapikan bagian yang masih kasar usai dikeluarkan dari cetakan. Lekuk, garis, dan ukiran dipahat sedemikian rupa hingga menjadi bentuk yang sempurna. Dewa–Dewa Hindu itu … Continue reading Lekuk Indah Kuningan (Traveloungue, Maret 2016)

Menapak Jejak Wallace di Gunung Gede

Di ketinggian 2.958 mdpl, ketika lutut gemetar dan engkel ngilu, saya memotret sarang angin itu  dan berbahagia menemukannya. Wallace berambisi bertemu dengan bunga pujaannya, Primula imperialis, bunga langka dan indah yang tidak ditemukan di bagian dunia lain kecuali di pucuk gunung Pangrango, tulis Wallace. Saya berbaring di antara semak edelweis itu, mengingat catatan yang usianya sudah lebih dari satu setengah abad, catatan Alfred Russel Wallace, naturalis … Continue reading Menapak Jejak Wallace di Gunung Gede

Seeing Orchids in Mt. Slamet (Orchid Indonesia Magazine, 2004)

Text/Photographer: Titik Kartitiani Note: This was the journey to Mt. Slamet with Lestari Puji Rahayu. we had promised come to there together before married :). In the morning, after we finished the trek, when I still stayed in the based camp, I heard the earthquake, Jogja and my hometown, 5.9 reichter scale. Mount Slamet is the highest mountain in Central Java. The volcano has created … Continue reading Seeing Orchids in Mt. Slamet (Orchid Indonesia Magazine, 2004)

Untuk 27 September

Mengingat suatu September, duduk di trek 2054 mdpl. Kabut merambat pelan, memeluk Jobolarangan. Erat. Ketika seekor elang jawa soaring, sayap diam tak mengepak. Ia meniti kabut. Ia sendirian. Ia lepas, bebas, menjadi pengendara angin. Moment itu sangat sebentar, tetapi hingga kini lekat sekali dalam ingatan. Kala itu, kami sedang survei untuk diksar XIV (saya masuk Diksar XIII). Saya jalan dengan Hery Wijayanto (yang dikenal dengan … Continue reading Untuk 27 September

Requiem Ingatan, Sinar Harapan, Maret 2011

Harum bunga melati menyelimuti beranda itu. Senyap. Sekali lagi, lelaki itu menatap wajah lelap di depannya. Wajah perempuannya yang ditemuinya ketika bangun pagi. Mungkin sudah lebih dari 30 atau 40 perjalanan matahari. Dia tidak ingat persis. Dia tidak memerhatikan detail, sebagaimana perempuan itu mampu mengingat berapa helaian rambut yang jatuh di dahi lelakinya. Setiap harinya. Setiap paginya. Mengiringi suara lesung beradu alu. Thuk… thuk…thuk…thuk… Menghentak … Continue reading Requiem Ingatan, Sinar Harapan, Maret 2011

Nusa Kambangan: Keindahan Pulau yang Terbuang (National Geographic Traveler Maret 2016)

Pantai Permisan, Nusakambangan. Kira-kira 100m dari pantai ini, terdapat Lapas Permisan, tempat para narapidana terpidana mati. Nusa Kambangan sohor sebagai pulau yang menyeramkan. Tempat pembuangan para bandit Zaman Mataram hingga koruptor Zaman Edan. Ada apa di balik keseramannya? Di masjid, ketika nasib tak lagi bisa diperjuangkan, Dia adalah harapan terakhir untuk mengadu dan pulang. Bagi narapidana yang dinilai berperilaku bagus, boleh keluar untuk sholat Jumat. … Continue reading Nusa Kambangan: Keindahan Pulau yang Terbuang (National Geographic Traveler Maret 2016)

Buku Tentang Daun

Daun itu seperti ibu, karena dia memasak (fotosintesa) untuk pohon. Daun juga seperti hari-hari yang kita jalani, lembar yang kita tuliskan dan pada saatnya gugur, pada saat kita melepaskan. Judul                                    : The Secret of Performing Leaves, IPBI Penerbit                              : PT. Artha Kreasi Aksara (ARKEA) Penulis                                : Titik Kartitiani, Clara Rondonuwu Editor                                  : Vini Mayane Rosya Translator dan verifikator botani: Agung Sedayu, … Continue reading Buku Tentang Daun

Bapang Itu, dan Saya Jatuh Cinta Padanya

Bapang itu revolusioner. Ia mewakili watak ugal-ugalan, pemberontak, pemberani, dan pembuat masalah.  Ia semacam bad boy, meski mengesalkan tapi dirindukan. Seorang trouble maker bila dia gagah dan pemberani, bukankah layak dijatuhi cinta? Dari keberanian dan pemberontakan, dari sanalah perubahan berasal. Purnama meninggalkan wajah bulan 3 hari lalu, tapi ia masih terang menggantung di langit timur. Ia belum lama menampakkan diri ketika di ruang ganti Padepokan Asmoro Bangun, … Continue reading Bapang Itu, dan Saya Jatuh Cinta Padanya